Tampilkan postingan dengan label BEMMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BEMMA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Oktober 2011

Curug Naga 3


Setelah saya terbangun dari tidur saya yang cukup nyenyak, karena di dalam rumah kayu tersebut cukup hangat dan terlebih lagi pikiran saya butuh istirahat full setelah berkerja terlalu keras semenjak kejadian sebelum saya tidur, saya segera minum kacang hijau yang telah dicampur susu coklat yang tersedia di meja aula, kemudian saya ambil air wudhu untuk Qiyamul Lail berjama’ah di aula bersama teman-teman yang lain. Airnya sangat dingin, seketika itu saya tidak merasa ngantuk lagi karena menggigil kedinginan. Kami QL di aula, karena letak musholla cukup jauh dan pada saat itu rombongan lain sedang menggunakannya.

Pada saat QL, terlintas sejenak di pikiran saya tentang kamera yang hilang, namun sudahlah, saya tidak mau berkeluh kesah terus, dua hari di sini saya tidak boleh punya aura negative di dalam pikiran saya, lebih baik saya fokus pada apa yang dihadapan saya.

Bagi saya ini adalah waktu yang tepat untuk bermunajat, “ya Allah, jika memang kamera itu masih rezekiku, maka tunjukkanlah jalan yang terbaik, namun jika itu sudah bukan lagi rezekiku, maka jangan biarkan kamera tersebut digunakan untuk hal yang tidak baik”. Saat itu saya sudah pasrah atas apa yang terjadi pada kamera tersebut, jika ketemu Alhamdulillah, gak ketemu ya sudah. Toh rezeki Allah yang mengatur. Tinggal memikirkan bagaimana saya mengganti kamera tersebut kepada Hans. >> Alhamdulillah sudah tergantikan di bulan berikutnya.

Usai QL, kami menunggu trainer datang untuk memulai jurit malam. Akhirnya datang juga. . . namun sayang, trainer kami memberitahukan bahwa jurit malam ditiadakan karena cuaca yang saat itu sedang gerimis dengan intensitas yang cukup tinggi menghalangi proses berlangsungnya jurit malam, sehingga kami memiliki waktu luang lebih banyak, dan itu digunakan untuk waktu bebas saja (ada yang melanjutkan tidur, ada pula yang tilawah dulu sebelum tidur kembali). Tidak lupa juga trainer mengingatkan kami untuk menjaga barang-barang berharga kami dengan sangat ketat, jika perlu dititipkan di tempat pengelola lokasi wisata. *saya langsung titipkan tas saya yang berisi laptop ke sana, soalnya takut kehilangan lagi. :D

NEXT MORNING >>

Alhamdulillah setelah sholat shubuh berjama’ah, kami mendapatkan makanan ringan (beserta minumannya) yang cukup banyak, sehingga saya bingung apakah ini bisa disebut makanan ringan atau tidak, masalahnya saya memakannya terlalu banyak sehingga saya kenyang. #maruk Hehe9x. . . namun karena tugas saya adalah menjaga barang dan sebagai dokumenter, maka saya tidak ikut pemanasan dan olah raga pagi, saya sibuk berkutit dengan kamera digital yang tersisa. (#alhamdulillah masih ada satu kamera lagi yang tersisa). Tidak lupa jeprat-jepret pemandangan bagus. Hehe9x. . . benar-benar pemandangan yang bagus lhoo, bukan pemandangan yang laiin. . . :D #adaudangdibalikbakwan
Lapangan Sisi Kiri

Lapangan Sisi Kanan
Sebelum pemanasan, trainer mengumumkan bahwa setelah ini kami akan mulai outbond dengan air, jadi trainer mengingatkan bahwa pemanasan ini harus dilakukan dengan sungguh-sungguh sehingga dapat mengurangi terjadinya kecelakaan dalam melakukan outbond air nanti (seperti perut keram, keseleo, dan lain-lain). Sekejap seluruh wajah para peserta dan panitia langsung semangat mendengar hal tersebut. J

Usai pemanasan, kami diberikan perlengkapan keamanan outbond oleh para trainer. Kami memakainya, dan kami sudah siap untuk mulai outbond! \(^.^)/ yyeeeeeyyyyy. . .

Jalan tanah dan batu kami turuni untuk mencapai sungai tempat kami outbond. Wuaaahh. . . segarnyaa. Kami sengaja basah-basahan untuk membiasakan tubuh dengan suhu air sungai yang cukup dingin. Tapi tak apa lah, toh mumpung masih pagi, kami masih semangat semua, lagipula jika sudah basah kami sudah tidak merasa kedinginan lagi. :D Semua peserta wajib untuk ikut outbond ini, karena nanti Jungle & River Tracking akan lebih berat seru lagi tantangannya. Tapi yaa yang namanya ibu-ibu kaan, agak repot deh kalo udah berurusan dengan outbond. Hehe9x. . .

Outbond pertama adalah ‘Waterboom’ kecil alias mengapung di aliran sungai yang pada saat itu sedang mengalir cukup besar. Lumayan asik, dan jika difoto untuk foto profil cukup keren juga. ;) Saya merasa nyaman mengalir di air sungai yang pada saat itu cukup besar, dan tidak takut sama sekali (malah narsis waktu difoto :p) karena banyak orang di sekeliling kita dan sungainya termasuk kategori aman.

Waterboom Kecil
Outbond yang kedua adalah melompat dari batu yang ketinggiannya (dari permukaan air sampai ke mata) sekitar 2,5 – 3 meter. Trainer bilang ini baru pemanasan karena nanti di dalam hutan dan curug akan lebih tinggi lagi. “waaaaaaawwww. . .” dalam hati saya sorak-sorai bergembira.
\(^.^)/ #jiwamuda.
Batu Loncatan Pertama
Dan yang paling seru setelah outbond di atas serta foto-foto bersama di sungai untuk narsis-narsis, yaitu Flying Fox dari tempat yang cukup tinggi menuju ke permukaan sungai! Waaaaaahhh. . .teman-teman, ini adalah pengalaman saya yang pertama flying fox tetapi pada akhirnya nyemplung di sungai basah-basahan. Hehe9x. . . Pasti kalian ingin merasakan sensasinya juga kan?? :D
Flying Fox ala Curug Naga
Flying Fox ala Curug Naga
Telah tiba saatnya, kami akan melakukan Jungle & River Tracking!
\(^.^)/ uhuuuyyy. . .

Kami dibagi 3 kelompok untuk melakukan ini. Satu kelompok harus ada ikhwannya, tidak boleh akhwat semua, guna melindungi akhwatnya.

Menelusuri sungai kecil, yang merupakan cabang dari sungai tempat kami outbond pertama, dari hilir ke hulu, menginjak batu-batu besar dan kecil yang terdapat pada sungai tersebut, serta merasakan sejuknya aliran air sungai tersebut, membuat kesan tersendiri untuk kami. Apalagi saya pribadi harus melayani kelompok-kelompok yang minta difotoin, mereka gak tau apa kalo saya harus bolak-balik naik-turun sungai?? Huuufftth. . . (-_-“)

Setelah sungai, kami masuk ke hutan. Menelusuri jalan yang memang masih tanah dan licin, walaupun sudah terbentuk seperti jalan, namun kami harus tetap hati-hati, bahkan jika perlu kami berpegangan pada pepohonan yang ada di samping kami. Pohon-pohon tumbuh dengan lebatnya hingga hampir menutupi cahaya matahari dari atas. Waaah, tantangan semakin ada saja, karena kami berjalan bersama para akhwat (pakaiannya longgar dan menggunakan rok lebar, *red), jadi kami agak kerepotan, hanya 4-6 orang saja yang menggunakan celana panjang. Apalagi pas kebetulan jalan sama kelompok yang mayoritas ibu-ibu. Hoho9x. . . makin rempong aja deh booo’. :D
Jalur Pertama Tracking
Hutan, sungai, hutan, sungai, hutan, sungai. Bolak-balik kami lewati itu semua. J Hingga akhirnya kami temukan jurang! Di bawahnya ada sungai mengalir tenang, namun kelihatan sangat dalam. THERE’S NO WAY OUT! Tidak ada jalan keluar lagi selain muter balik dan kembali ke tempat semula, tapi jika balik ke tempat semula sudah terlalu jauh kami berjalan dan tidak ada yang akan mengantar kembali. Para trainer memang menyetting ini untuk uji keberanian. Dan yang paling saya perhatikan adalah para ibu-ibu, mereka yang tadinya tidak mau melompat dari batu setinggi 2,5 – 3 meter, eh ternyata mereka berani untuk melompat jurang yang tingginya 5 meter karena sebuah keterpaksaan! Haha9x. . . #ketawasetan

Jadi memang itulah salah satu pelajarannya, menjadi berani dalam mengambil sebuah keputusan. J

Memang sungainya cukup dalam, tapi karena kami diberikan tali untuk menulusuri sungai tersebut dan kami juga diberikan jaket pelampung, kami dapat mengapung dan terus menelusuri sungai.

Setelah menelusuri sungai tersebut, akhirnya tibalah kami pada sebuah curug. . . J

jeng jeeeeng,, #SFX


TO BE CONTINUED. . .

nb: sebagian gambar ada yang diambil dari Syaikh Google

Curug Naga 2


Sesuai dengan janji saya pada post sebelumnya, saya akan menceritakan pengalaman saya di Curug Naga setelah kami survey ke sana. Yaaa Alhamdulillah yaa #Syahroni, sepulang dari sana saya bisa membantu dua anak SD yang sedang turun gunung untuk mengantarkan mereka pulang sampai rumah dengan menggunakan BBB saya. *untung gak dikira penculik anak!

Back to the topic >>>

Baik, saya akan sedikit flashback ke masa itu, namun saya lupa kapan tepatnya itu terjadi. Pada saat itu, saya bertugas sebagai Sie. Dokumentasi. Dengan modal dua buah kamera digital hasil pinjeman dari Hans dan teman ma’had, dan Micro SD 8 GB yang baru saya beli pada malam sebelumnya, saya bertekad melakukan tugas tersebut dengan baik. Kami, BEMMA, dengan jumlah personil 13 orang (namun yang aktif hanya 7 orang), membawa sekitar 30-an peserta outbond menuju Lokasi Wisata Rohani: Curug Naga menggunakan satu truk tronton. *katanya berangkat jam 7, ujung-ujungnya jam 8 lewat juga tuh, emang dah kebanyakan penduduk Indonesia masih menggunakan jam karet. (-_-“)

Nb: ikhwan 6 orang, sisanya akhwat semua, termasuk ibu-ibu dan remaja. #infogakpenting

Setiba di depan villa milik Polri, kami transit menggunakan mobil yang sudah ada di sana (semacam mobil sewaan untuk menuju lokasi wisata) namun kami tidak perlu membayar lagi, karena itu sudah termasuk fasilitas yang disediakan oleh pihak pengelola. Melewati jalan berliku yang jauh dan cukup pas untuk satu mobil saja, dipinggirnya jurang yang cukup dalam, serta naik-turun dan jalannya (saat itu) masih rusak, kami merasakan sensasi tersendiri. (hehe9x. . . penasaran ingin coba kan?? #ketawasetan >> #lebay deh saya). Akhirnya kami pun tiba di sana dengan selamat. J #alhamdulillah

Hari pertama kami adalah untuk beres-beres barang pribadi di tempat peristirahatan kami di sana, tentu kami bebas memilih yang mana untuk kami tempati (ikhwan-akhwat dipisah laaah). Lalu kami ishoma. Setelah itu, pembukaan acara, penjelasan acara selama 2 hari kedepan, dan obrolan-obrolan lainnya sampai tak terasa sudah sampai waktu ashar, kami sholat berjama’ah di aula yang kami pakai. Setelah itu kami diminta para trainer untuk berkumpul di lapangan dan melakukan pemanasan yang dipimpin oleh salah satu trainer. Sore itu kami melakukan games-games low impact (lebih ke arah mengasah otak), hal ini cukup penting, karena sangat membantu menyatukan anggota kelompok yang saat itu juga baru dibentuk, bahkan mungkin ada yang baru kenal. *yaah, begitulah di ma’had, kebanyakan mahasiswanya ‘kupu-kupu’ alias kuliah-pulang kuliah-pulang, jadi ada saja yang baru kenal pada saat itu. Selesai itu, kami istirahat dan bersih-bersih, serta makan makanan ringan yang disediakan oleh pengelola.

Lalu pada saat itu saya ngapain?? Ya jeprat-jepret pake kamera digital laaah, saya kan ‘fotografer’ pada saat itu. Ya memang ini adalah hobi saya setiap dalam kepanitian, karena saya suka menjadi ‘mata’ dan ‘memori’ dari sebuah acara (menurut pandangan saya, *red). Apalagi di situ ada peserta yang ‘fotogenic’ alias sedap dipandang mata, makin semangat saya jeprat-jepretnya. Uhuuuyy. . . :p *padahal mah sedih gak bisa ikutan games (T___T)

Setelah selesai sholat maghrib, kami istirahat atau tilawah masing-masing (waktu bebas) sampai waktu ‘isya. Karena terlalu semangat dalam foto-foto kegiatan saat acara berlangsung dari setiap angle dan orang-orangnya, satu kamera yang saya gunakan daritadi lowbet (kamera digitalnya Hans), maka saya putuskan untuk men-charge kamera tersebut di tempat istirahat kami. Kamera tersebut saya tinggal ke aula untuk mengikuti acara selanjutnya.

Setelah sholat ‘isya berjama’ah, seharusnya kami makan malam, namun karena suatu hal, kami (BEMMA+peserta) malah mengadakan sharing atau tukar pikiran mengenai kepengurusan BEMMA di ma’had selama ini, sharing session tersebut berlangsung cukup hangat, ada yang kasih kritik, ada yang kasih saran, bahkan ada yang kasih kecupan. #lho?? #pea #koplak *mana ada yang kasih kecupan, tamparan maut iya kali!

Namun karena perut lapar dan keadaan udara yang semakin dingin, sekitar satu jam kemudian kami memutuskan untuk saatnya makan malam. J setelah makan malam, ada games lagi (saya lupa dari pengelola atau dari BEMMA) untuk mengisi waktu luang sebelum materi tausiyah/motivasi. Malam itu materi diisi oleh Ustd. Herdy Leonardi, beliau merupakan salah satu pengisi di acara Radio Dakta dan sudah cukup dekat hubungannya dengan pihak BEMMA, bahkan beliau rela dateng ke lokasi naik motor sendirian malam-malam dari Bekasi lho. #subhanallah

Saat itu materinya tentang kewirausahaan dan tentang rezeki. Dengan antusiasnya peserta dan panitia mendengarkan materi, sehingga rasa dingin yang cukup menusuk pada malam itu tidak terasa. Setelah materi, kami tidak ada muhasabah, karena kami ingin mengikuti muhasabah yang diisi pada saat jurit malam (termasuk fasilitas yang diberikan oleh pengelola).

Saatnya kami beristirahat, namun beberapa pengurus BEMMA, termasuk saya, masih asik ngobrol sama Ustd. Herdy di aula hingga larut malam. Suasana saat itu sangat hangat, karena kami memang sudah dekat sebelumnya dengan beliau. Kami ngobrol-ngobrol, diskusi, dan sharing hingga benar-benar lelah. Akhirnya kedua mata ini pun tak sanggup juga, saya pamit duluan ke tempat istirahat ikhwan untuk tidur, sekaligus ingin mencabut charger kamera digital yang tadi saya tinggal.

Sesampainya di tempat istirahat, saya bukannya langsung istirahat, malah saya panik setengah hidup!! Kamera digital beserta chargernya tidak pada tempatnya!! Lalu kemanaaa???? #panik #histeris #gakngantuklagi #gulingguling

Dengan segera saya menghampiri teman-teman yang masih ada di aula dan menanyakan mereka, namun sayang, mereka tidak ada yang tahu dimana barang tersebut. Begitu pula dengan teman-teman lainnya yang sudah akan istirahat di tempatnya masing-masing. Dalam hati saya, masa’ kameranya dicuri?? Oleh siapa?? Lalu kenapa tas kami masih seperti dalam kondisi semula? Padahal isi tas kami ada laptopnya. Kenapa gak sekalian aja tuh laptop diambil?? #lho? #pea

Saya segera lari ke tempat pengelola, mungkin saja ada yang menemukan, lalu dititipkan di sana. Saya Tanya ke semua orang yang ada pada saat itu. Bayangkan, sekitar jam 12 malam saya malah sibuk mencari kamera yang hilang, membuat sebagian teman-teman yang perhatian dengan saya juga ikutan panik, padahal saat itu mereka sudah kelelahan dan ngantuk, ditambah lagi perasaan saya stress sedih gara-gara kameranya hilang. Namun sia-sia sudah, tak ada satu pun yang mengetahui kamera tersebut dimana. Memang pada malam itu tidak hanya rombongan kami yang berwisata di sana, namun juga ada rombongan lain, dan juga ada anak-anak serta penduduk setempat. Namun kemungkinan besar adalah anak-anak atau penduduk setempat yang kebetulan saat itu lewat, karena dari rombongan lain sudah diperiksa dan menyatakan tidak ada satu pun dari mereka yang masuk ke wilayah kami.

Pihak pengelola mencoba menenangkan saya dengan mengatakan mungkin besok sudah ketemu atau ada yang mengembalikan, jika tidak, maka besok hingga minggu depan pengelola akan mencari kamera tersebut di tempat-tempat penjualan barang-barang bekas (second) yang masih layak pakai (bahkan bisa jadi barang-barang curian) jika memang benar kamera tersebut dicuri oleh penduduk setempat, karena penduduk setempat tidak membutuhkan barang seperti itu, mereka hidup dengan sederhana, jadi kemungkinan kamera tersebut langsung dijual untuk diambil uangnya.

Masya Allaah, bagaimana ini?? Itu kamera pinjaman, punya Hans, chargernya juga diambil pula, malah Micro SD 8 GB-nya baru beli kemarin malam. Sedih kalo inget tentang ini (T___T). Bagaimana nanti saya bertanggung jawabnya ke Hans?? Padahal saya sendiri yang mengatakan pada saat sharing session tadi, “Yang kami (panitia) inginkan adalah kalian (peserta) datang ke sini bukan hanya untuk main-main atau menghabiskan waktu luang saja, namun juga kalian bisa membawa ‘sesuatu’ yang berharga dari acara ini. Dan kami juga menginginkan kalian bisa tiba dan pulang dengan LENGKAP dan selamat, baik itu LENGKAP secara BARANG dan PERLENGKAPAN, maupun jumlah orang”. Tapi ko’ malah saya sendiri yang akhirnya pulang dengan tidak LENGKAP. (T___T)

Perasaan saya sangat sedih, dicampur dengan adonan kaget yang telah dibumbui rasa panik, lalu diolah dengan lelah yang dipadukan dengan stress dan kesal, sehingga menghasilkan cita rasa NGANTUK yang sangat tinggi!
Akhirnya saya pun tertidur juga.

TO BE CONTINUED. . .

Rabu, 26 Oktober 2011

Curug Naga


Hari Rabu tanggal 19 Oktober 2011, kami (saya, Junio, dan Bang Putut) berangkat menuju Mega Mendung dengan keperluan survey lokasi untuk acara Quran Camp RISKA yang akan dilaksanakan insya Allah pada bulan Januari 2012 nanti. Acara tersebut selain untuk silaturahmi (menguatkan ukhuwah antar Riskader), juga untuk memperkenalkan RISKA lebih dalam, melantik anggota SDTNI 43 menjadi Riskader secara resmi, serta outbond.

Lokasi yang kami kunjungi adalah Lokasi Wisata Rohani: Curug Naga. Sebuah tempat yang saya pribadi pernah mengunjunginya bersama teman-teman dari Ma’had Al-Husnayain dan tentunya yang mengadakan adalah BEMMA (Badan Eksekutif Mahasiswa Ma’had) Al-Husnayain.Banyak kenangan pribadi di sana. Kenangan yang sangat menyenangkan, namun juga menyedihkan mengesalkan. Karena kemasannya adalah acara outbond dan silaturahmi yang dibalut suasana kekeluargaan di daerah gunung (puncak). Saat itu sangatlah besar bagi BEMMA karena bisa menyatukan teman-teman ma’had yang notabenenya memiliki kesibukan masing-masing, karena rata-rata mereka sudah memiliki keluarga ataupun sedang mencari jodoh di sana #lho? (tentunya mencari ilmu juga. Hihi9x. . .).Untuk lebih lanjut dari cerita pengalaman saya di Curug Nagaini akan saya tulis di seri-seri berikutnya dari “Curug Naga” di blog saya. :)

Lanjuuutt,, >>

Perjalanan kami mulai dri sekretariat Riska pada sekitar 07.10 WIB, lalu makan dulu di kantin SMK Jaya Wisata, sehingga kira-kira kami baru berangkat sekitar pukul 07.50 WIB. Perjalanan kami melalui Depok. Sekitar pukul 09.00 WIB kami tiba di Kabupaten Bogor, dan sampai di lokasi sekitar pukul 10.15 WIB. Waw. . . lumayan capek, ciiinn. . . secara jalanannya yang naik-turun serta masih ada jalanan yang cukup rusak, apalagi saya ke sana menggunakan motor saya yang bernama BBB (Black, Buluk, Butut) yang berarti motor tua berwarna hitam yang kotor. Hehe9x. . . dan itu pertama kalinya si BBB menyentuh bumi Mega Mendung! (akhirnya si BBB bisa juga naik gunung. #terharu hicks9x. . .)
Sesampai di sana kami bertemu dengan pengurus fasilitas & petugas dari pengelola lokasi tersebut, dan inilah hasil bincang-bincang kami. Untuk sewa tempat dan outbond di Curug Naga, yang dikelola oleh Iqra Team Adventure, terbilang cukup mahal, namun jika kita melihat keseluruhan paket yang diberikan, kita bisa berubah pikiran mengenai hal tesebut. J Paket yang diberikan oleh mereka sangatlah praktis dan tentunya memuaskan (bagi saya, karena saya pernah merasakannya). Paketnya sebagai berikut:

ü  * Mobil transit (jemput-antar)
ü  * 5 kali makan (3 kali makan besar, 2 kali makan ringan)
ü  * Outbond (Low Impact, Middle Impact, serta Jungle & River Tracking)>> seru!
ü  * Tempat (kemah kayu 2 tingkat) untuk tidur>> Junio sudah merasakannya.
ü  * Listrik *gak usah tanya tentang air, ada banyak tuh air segar (sungai) mengalir
ü  * Aula
ü  * Jurit malam dan muhasabah *jika kondisi cuaca mendukung
ü  * Musholla
ü  * Dapur, kamar mandi,& warung umum
ü  * Para trainer
ü  * Alat-alat outbondbeserta alat keamanannya
ü  * Lokasi yang sangat luas (hutan, sungai, halaman depan & curug yang menakjubkan) :) >> ini fasilitas yang terbaik!



Mereka sudah mengatur/memilih outbond-nya sedemikian rupa beserta jadwalnya, namun tidak menutup kemungkinan kita bisa menambahkan acara internal pada jadwal kita, yang penting saling kordinasi saja.

Jadi secara keseluruhan, kita sebagai panitia acara hanyalah menyediakan rundown acara internal yang ingin kita tambahkan selama dua hari tersebut berlangsung (seperti ke-Riska-an, pelantikan Riskader ’43, dan lain-lain), serta kendaraan untuk menuju lokasi (Mega Mendung), bahkan kita sebagai panitia pun bisa merasakan menjadi peserta saat acara di pegang oleh para trainer (kecuali Sie. Dokumentasi ya. Hehe9x. . .) sehingga kita bisa lebih dekat dengan para peserta (Riskader ’43). Sangat praktis dan menyenangkan, bukan? Hal ini sangat mendukung para Riskader (panitia) yang sangat amat super duper SIBUK sekali banget! Apalagi sedang ada GMR pada bulan Desembernya. Dan tentunya hal ini bisa meminimalisir biaya secara keseluruhan (untuk pesan makan puluhan peserta *mungkin untuk membawa alat masaknya juga, perlengkapan outbond, perlengkapan kemah, kendaraan transit, dan lain-lain).

Saat siang hari tiba, Junio merasa kelelahan karena dia tidak bisa tidur di sekre saat malam harinya disebabkan dia merasa kurang nyaman tidur di sekre (padahal setelah survey dia hibernasi di sekre, lagipula saat malam sebelumnya hanya main PES 2011 di PC sekre. Hadeeeehhh. . .), dan dia meminta waktu untuk istirahat, saya dan Bang Putut mempersilahkan saja. Pada saat itu pukul 11.00 waktu setempat. Saya dan Bang Putut memutuskan untuk melihat-lihat tempat-tempat yang akan digunakan selama 2 hari tersebut, namun tidak bisa semuanya, karena ada hutan dan curug yang belum bisa kami jelajahi, kami hanya jelajahi fasilitas seperti Aula, Rumah Kemah, Musholla, Lapangan, Kamar Mandi, dan Sungai (tempat Flying Fox juga). Yyeeeeeyyyy,, \(^.^)/

Seketika kami melihat air sungai yang sangat jernih, bahkan saya berani untuk meminumnya. Sudah tiga kali saya melihat hal ini karena sudah tiga kali saya ke sini (2x survey, 1x gunakan fasilitas tersebut), disertai hutan disampingnya dan batu-batu besar sungai tersebut semakin nyaman untuk dipandang oleh keempat mata ini (mata saya & mata Bang Putut). Dalam waktu singkat Bang Putut pun mengamini perkataan saya bahwa tempat ini sungguh luar biasa! Padahal kami baru saja melihat sebagian fasilitasnya saja *namun bagi saya, saya sudah merasakan keseluruhannya, hehe9x. . .

Hanya saja dia mewanti-wanti kepada saya bahwa saya harus berusaha keras untuk meyakinkan kepada Riskader lain bahwa tempat ini sangatlah bagus, karena pengalaman dia dulu survey di tempat yang bagus, namun sulit untu meyakinkan Riskader lainnya. Saya berpikir bagaimana caranya ya? Allahu ’alam, mungkin nanti mereka akan bisa saya yakini dengan cara yang Allah ridhoi.

Harganya berapa??
Saya tidak mungkin mencantumkan harga yang mereka tawarkan di blog saya ini, karena tidak etis rasanya. Bagi saya, harga yang mereka tawarkan itu pas atau sesuai dengan semua yang diberikan dan yang kita dapatkan. :) Untuk informasi harga bisa bertemu saya secara langsung, atau hubungi saya melalui kontak saya. Yang pasti, jika sewaktu-waktu harga berubah, itu bukan wewenang saya lho. . . hehe9x. . .

Saya sangat berharap bahwa acara (utama) Pelantikan Riskader ’43 haruslah sangat mengesankan, karena itulah titik tolak untuk mereka bisa merasakan kenyamanan, kekeluargaan, keseruan, dan kekuatan internal di RISKA.

Semoga blog ini bermanfaat untuk yang membaca. Salam hangat & sukses dari saya. :) Wassalam.