Sabtu, 27 Agustus 2011

saya (pernah jadi) "malaikat kecil"

Saat umur 17, saya sering sekali melihat foto teman-teman SMA saya saat masih bayi. >> envy banget! hicks9x

Bayi itu merupakan "malaikat kecil". Bayangkan saja, di saat suami-istri bertengkar hebat dan bahkan mungkin hingga ingin rasanya berpisah, mereka akan memikirkan bagaimana nasib anaknya nanti jika berpisah, sehingga dapat membuat mereka berpikir lebih jernih, lebih dewasa, & mencoba untuk memaafkan pasangannya.

Bayi itu tidak pernah melakukan kesalahan, betul? >> yaiyyaaalaaaaahh (-_-')
maka itu saya menganalogikannya sebagai "malaikat kecil". kehadirannya selalu membahagiakan orang tuanya, terutama Sang Ibu. Meskipun bayi tersebut menangis kencang di saat orang tua terlelap dalam mimpinya, orang tua tetap saja menilai itu sebuah keindahan tersendiri. Ya, itulah cinta kasih orang tua kepada bayinya yang masih berbentuk "malaikat kecil".

kalian pernah gak sih melihat foto bayi dengan tatapan matanya yang polos dan senyumannya yang renyah serta pipinya yang masih chubby?? Bahkan terkadang bayinya sedang melakukan pornoaksi. Tapi tak apa, namanya juga bayi. :)

*bayi lucu >> gw banget kan?? hehe9x
nih contohnya:







pertanyaannya adalah, jika bayi tersebut sudah besar, para orang tua masih menganggap anaknya "malaikat kecil" gak yaa??
hehe9x, itu sih terserah orang tuanya aja deh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kata-kata itu menunjukan latar belakang pendidikan, mental, sosial, agama, & ekonomi seseorang #damai